Masih jaman ya gambar 2 dimensi? Planetbiru adalah media sosial dengan dukungan Panorama derajat yang memberikan Anda pengalaman baru dalam berbagi. Buat akun Anda sekarang juga dan bagikan pengalaman seru Anda. Gratis untuk selamanya.

Postingan Kamshory MT @kamshory

  • 14 menit

    Aksi Curang di Restorant

    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 18 menit

    Rp.3.000, Makan Sepuasnya di Jakarta

    Tiap tahunnya, Jakarta selalu kedatangan penduduk baru. Bermaksud mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik. Namun, nasib berkata lain.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 1 hari

    AWS - Multi AZ RDS MySQL in Private Subnet - Launch & Connect (demo)

    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 1 hari

    AWS Tutorial 12 - Install Java

    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 2 hari

    Dancow hadir merubah segalanya gantikan susu ibu.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 2 hari

    Kata ustadz Abdul Somad, kalau memilih pemimpin itu harus yang muda, jangan yang tua. Karena yang tua itu selalu diintai oleh malaikat maut.
    😅
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 4 hari

    Nekad Traveler

    1 Tidak suka Telah diubah
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 4 hari

    Polisi: Petrus Bunuh Ali di Cawang karena Dimasukkan ke Grup LGBT

    Jakarta - Polisi menyatakan Petrus Paulus (21) membunuh Ali Rahman (34) karena marah dimasukkan ke grup WhatsApp LGBT. Petrus juga mengaku diminta mengirimkan foto berkonten pornografi oleh Ali. "Anak itu dimasukkan ke grup WA yang LGBT itu, tapi dia bukan pelaku maka dia marah kenapa dimasukin ke dalam grup itu. Akhirnya di situ dia disuruh memotret barang yang tidak bisa ditampilkan. Dia marah dan manggil dia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (17/4/2018). Namun Argo belum membeberkan grup WA yang dimaksud. Termasuk sejak berapa lama Petrus dimasukkan ke dalam grup LGBT tersebut. Baca juga: Pelaku Bunuh Pria di Cawang karena Minta Foto Porno "Belum sampai ke sana," ujar Argo. Selain itu, Argo menjelaskan keduanya pun telah saling kenal hingga akhirnya Petrus dimasukkan ke dalam grup WA. "Ya namanya memasukkan grup WA pasti tahu," jelas dia. Petrus sebelumnya ditangkap di rumah kontrakan kakaknya di Jalan Raya Serang, Sukadami, Cikarang Selatan pada pukul 06.45 WIB pagi tadi. Dia langsung dibawa ke Mapolres Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan. Sebelumnya, Ali ditemukan tewas mengenaskan di Gang Waru, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Senin (16/4) kemarin. Ali meninggal dunia dengan luka di beberapa bagian tubuhnya.
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 4 hari

    Tergiur iPhone X Murah di OLX, Karyawati ini Tertipu Belasan Juta

    Jakarta - Nasib sial dialami seorang karyawati asal Jakarta, ia kehilangan uang belasan juta rupiah lantaran tergiur iPhone X murah di OLX. Bagaimana kisahnya? Berawal dari keisengan untuk mencari iPhone di internet, Adita demikian namanya yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta mendapatkan harga yang murah sehingga membuatnya tergiur untuk membeli. "Awalnya iseng cari di internet dan juga iseng chat penjualnya tapi malah jadi ikut tergiur dan mau beli," cerita adita kepada detikINET. Faktor kesibukan dari pulang malam kerja hingga sibuk menyiapkan pernikahan membuat Adita lebih memilih online shop ketimbang beli langsung di toko-toko fisik. "Pulang kerja selalu malam, weekend dipakai untuk ngurus pernikahan jadi lebih simple lewat online," tambahnya. Ia pun menemukan iklan iPhone X di OLX yang awalnya dibanderol Rp 11,350,000 namun setelah melakukan nego ia pun dapat harga Rp 11,000,000. Nama penjual akun tersebut adalah annisa257 pemiliknya bernama Putra Budi Mulya dengan nomor ponsel 085823895941 yang beralamatkan di Sukamulya, Ciamis, Jawa Barat. Seperti diketahui harga pasaran iPhone X di Indonesia mencapai Rp 15 juta namun ia mendapatkan harga hanya 11 juta apalagi baru pemakaian beberapa bulan saja. Hal ini yang mendasari keinginan adita untuk membelinya. Transaski pun mulai dilakukan, awalnya ia berkeinginan untuk COD (cash on delivery) namun karena posisi penjual alias pelaku berada di Ciamis, Jawa Barat membuat adita untuk melakukan transfer uang ke rekening pelaku dengan syarat penjual mengirimkan sejumlah data pribadi seperti KTP dan Nomor resi pengiriman barang. Dijelaskan Adita, pelaku begitu meyakinkan dirinya saat berjualan. Ia pun diperbolehkan untuk transfer pembayaran setelah nomor resi sudah diberikan penjual. Tak hanya itu pelaku juga sudah memberikan KTP bahkan membuat rekaman video dari packing ponsel hingga pengiriman ke JNE. Namun saat pengecekan pertama nomor resi tidak dapat dilacak alias 'Not Found', tapi penjual meyakinkan bahwa sistem JNE sedang eror bahakn untuk lebih meyakinkan adita sang pelaku membuat video sedang di kantor JNE. "Yang bikin aku yakin penjual sampai video-in dari packing hingga ke pengiriman, dan aku juga percaya aja karena nomor resi yang diberikan itu benar seperti aslinya," tambah adita Adita pun percaya jika JNE memang sedang error, dengan modal kepercayaan dan juga yakin jika nomor resi itu asli, ia pun mentransfer. namun usai ditransfer nomor resi JNE tetap tidak bisa dilacak sampai akhirnya ia menepon CS dan dikataknnya jika nomor resi itu salah. Pelaku pun langsung memblokir nomor Adita. Seketika ia pun langsung mencoba berusaha untuk memblokir rekening bank sang pelaku dan melaporkannya ke pihak berwajib.
    Kecewa dengan OLX & Aparat Adita pun langung melapor ke polisi di kawasan Mampang, sayangnya ia mendpatkan perilaku tidak enak. Pihak polisi terkesan tak ingin membantu malah menyalahkan dirinya kenapa beli di online bahkan memberikan lelucon. "Daripada kasih uangnya ke penipu, mending kasih saya saja mbak," cerita Adita mengulang kata-kata pak polisi tersebut. Ia heran buat apa ada polisi jika tugas polisi yang harusnya membantu mengayomi malah berbuat demikian. Pihak bank juga tak bisa membantu banyak lantaran meski ada surat perintah dari kepolisian mereka tetap menjaga rahasia nasabahnya walaupun nasahbnya itu adalah seorang penipu. Adita juga mencoba mencari nomor kontak OLX namun sayang OlX tak memiliki nomor yang bisa dihubungi. "Kenapa OLX tidak ada nomor customer service bagaimana konsumen mau mengeluh, kita googling sana sini tapi gak ada nomor OLX yang bisa dihubungi," terang adita kesal. Ia mengatakan OLX sepertinya tidah memiliki fitur untuk yang menyaring apakah itu iklan tersebut penipu atau tidak. Karena akun OLX yang menipu Adita ini sudah mulai berjualan sejak tahun Juli 2017 dengan nama annissa527. detikINET pun ikut bersama Adita menyusuri akun tersebut dan menemukannya. Iklannya sama persis bahkan nomor ponselnya sama. Artinya penjual tersebut tidak kapok untuk menjebak korban-korban lainnya. Ia tidak mengubah nama akun dan juga nomor ponsel. Setelah mencoba untuk berpura-pura chatting dengan sang penjual, foto-foto iPhone X yang dikirimkan penjual pun sama persis seperti yang dikirimkan ke Adita. Bagaimana respons OLX? Hingga berita ini diturunkan, detikINET masih belum mendapat jawaban dan terus mencoba meminta konfirmasi.
    (jsn/rou)
    Balas Suka Tidak Suka Netral
  • 4 hari

    Jokowi Questions Indonesia's Slow Economic Growth

    President Joko “Jokowi” Widodo has questioned the reasons behind Indonesia’s sluggish growth despite receiving praise from various international organizations for its efforts to improve the economy. Indonesia received an investment grade status from all global rating agencies, including a recent upgrade to BBB from Fitch Ratings Inc., the President said, adding that the World Bank had also improved Indonesia’s ranking in the ease of doing business (EODB) to 72 from 140 in 2014. Meanwhile, the Jakarta Composite Index (JCI) broke its record several times in 2017, increasing by 19.99 percent to 6,355.66. However, Finance Minister Sri Mulyani Indrawati estimated the economy to grow by 5.05 percent last year, lower than the 5.2 percent target stipulated in the 2017 state budget. "[Indonesia’s] EODB ranking jumped, its stock market index skyrocketed, inflation was low, the state budget is safe and ratings have gotten better. Everything is good. What should we do?" he said in the front of ministers during a Cabinet meeting at the State Palace in Jakarta on Friday. “I compare [Indonesia’s] condition to that of a sick person who does not have any symptoms — cholesterol levels are good, there is no heart problem [...] and the lungs are good,” Jokowi said. He then instructed the ministers to find out what the problem was so that Indonesia “could [grow] faster.” Jokowi promised during his 2014 presidential campaign to boost Indonesia’s economic growth to 7 percent. (bbn)
    Balas Suka Tidak Suka Netral